Blog

  • KECANDUAN INTERNET PADA ANAK SAMA BAHAYA NYA DENGAN KECANDUAN NA*****KA !!!

    KECANDUAN INTERNET PADA ANAK SAMA BAHAYA NYA DENGAN KECANDUAN NA*****KA !!!

    Di luar pelajaran formal, sekolah juga menanamkan keterampilan berpikir kritis dan literasi digital yang berguna seumur hidup, termasuk saat para siswa kelak dewasa harus menyaring informasi di dunia maya dan mengambil keputusan finansial secara bijak. Salah satu contohnya adalah kebiasaan membaca ulasan independen sebelum mempercayai sebuah layanan daring; bagi orang dewasa yang memilih untuk bermain judi online, memahami lisensi, syarat permainan, dan batasan diri merupakan langkah awal yang bertanggung jawab. Sebagai perbandingan awal, ulasan situs judi terbaik di Inggris dapat menjadi bahan rujukan, tetapi perlu selalu diingat bahwa perjudian membawa risiko finansial dan tidak pernah menjamin kemenangan; kegiatan ini hanya layak dilakukan oleh orang dewasa dengan batas yang jelas dan kesadaran penuh.


    Di Lansir dari Kompas.id Pendidikan dan Kebudayaan — bahwa Gawai dan internet sudah jadi kebutuhan dalam aktivitas keseharian kita, termasuk anak-anak. Namun, penggunaan gawai dan internet berlebih bisa menimbulkan kecanduan yang berdampak buruk pada kesehatan.

    Penggunaan gawai dan internet semakin intens di masa pandemi Covid-19. Waktu yang dihabiskan anak-anak untuk menggunakan gawai pun semakin meningkat dari untuk belajar hingga hiburan. Akan tetapi, di sisi lain penggunaan gawai yang sudah semakin jadi kebutuhan hidup sehari-hari dikhawatirkan dapat menimbulkan kecanduan internet pada anak.

    Sayangnya, sering kali orangtua mempertanyakan kemungkinan terjadinya adiksi gawai dan meragukan bahwa kecanduan internet punya dampak yang dahsyat pada anak. Malah terkadang, orangtua sendiri tanpa sadar memfasilitasi anak-anak mereka dengan gawai dan aksesorinya dengan alasan agar tidak tertinggal di era disrupsi teknologi digital sekarang.

    ”Ada lho, orangtua yang bilang. Dokter, tidak apa-apa anak saya kecanduan gawai daripada kecanduan narkoba, kan, lebih berbahaya,” kata ahli Adiksi Perilaku dan Kepala Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RSCM Kristiana Siste dalam acara peluncuran ”Jauhkan Adiksi Gawai, Optimalkan Potensi Anak (Jagoan)” yang digelar Yayasan Sejiwa, Sabtu (2/10/2021).

    Yayasan Sejiwa meluncurkan Gerakan Jagoan didukung Kementerian Komunikasi dan Informatika, SiberKreasi, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta 47 mitra seluruh Indonesia. ”Kami ingin menyelamatkan anak-anak Indonesia dari kecanduan gawai yang saat ini kondisinya sudah sangat kritis,” ujar pendiri Yayasan Sejiwa, Diena Haryana.

    Diena berharap gerakan ini dapat melahirkan generasi yang unggul dan tangguh. ”Kita punya janji untuk menjaga Indonesia. Tugas kita adalah meyakinkan bahwa para penerus kita adalah sosok-sosok yang unggul dan tangguh menjadi bangsa besar menuju Indonesia maju. Kita punya tanggung jawab besar untuk mengatasi adiksi gawai ini bersama-sama,” kata Diena.

    Menurut Siste, orang dengan kecanduan internet mengalami perubahan di otaknya, yaitu konektivitas fungsional otak antara area parietal lateral dan korteks prefrontal lateral menurun. Akibatnya, orang tersebut sulit membuat keputusan, sulit konsentrasi dan fokus, pengendalian diri buruk, prestasi menurun, penurunan kapasitas proses memori, serta kognisi sosial negatif.

    Jika dampak kecanduan itu tidak segera diobati bisa terjadi demesia di usia dini. Jika dewasa, memori jadi terganggu, tidak bsa mengendalikan diri, dan tidak bisa mengambil keputusan secara tepat. Pada akhirnya, mereka tidak tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat mental dan fisik. Fungsi otaknya akan mengalami banyak gangguan. Dampak lainnya adalah obesitas, gangguan mata, kelelahan, agresif , merasa kesepian sangat kuat, serta hubungan dengan teman dan orangtuanya terganggu.

    ”Dampaknya sama, adiksi internet dan adiksi narkoba merusak otak. Penelitian 2019, pada remaja yang adiksi internet, kerusakan otaknya ada. Adiksi internet juga menghabiskan uang besar untuk paket data ataupun games online. Ada pasien remaja yang juga sampai mengambil uang orangtuanya hingga puluhuan juta. Mirip dampaknya dengan narkoba,” ujar Siste.

    Dari penelitian yang dilakukan Siste dan tim pada tahun 2019 di Jakarta, 31,4 persen remaja kecanduan internet. Penggunaan internet lebih dari 20 jam per minggu dilakukan 67,2 remaja dan 96,9 persen mengakses melalui telepon pintar (smartphone), serta 91,1 persen mengaksesnya di rumah. Akibatnya, 56,3 persen remaja memiliki masalah perilaku dan 48,2 persen memiliki masalah depresi.

    Pada masa pandemi Covid-19, kecanduan internet justru semakin tinggi. Internet menjadi hiburan yang paling menyenangkan di rumah saat mobilitas di luar rumah dibatasi. Pada awal 2020 ketika pandemi berlangsung, riset dilakukan melibatkan 3.000 partisipan remaja, 5.000 partisipan dewasa muda dari 34 provinsi. Hasilnya, adiksi internet pada remaja 19,3 persen atau 1 dari 5 remaja kecanduan internet. Waktu yang dihabiskan memainkan gawai daring atau screen time naik dari 7,27 jam menjadi 11,6 jam atau naik 59 persen.

    Adiksi internet pada laki-laki lebih tinggi dibandingkan pada perempuan. Anak laki-laki lebih banyak memainkan gim daring, sedangkan perempuan lebih banyak berselancar di media sosial.

    ”Kondisi ini tentu perlu menjadi perhatian semua orang, baik dari pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga masyarakat, sekolah, orangtua, maupun remaja dan dewasa muda itu sendiri. Hal ini harus diintervensi segera karena kecanduan internet menimbulkan dampak negatif bagi otak, fisik, kesehatan jiwa, dan sosial,” ujar  Siste.

    Menurut Siste, untuk mencegah kecanduan internet pada remaja, penggunanan internet untuk hiburan tidak boleh lebih dari 3 jam per hari. Kalau dijumlah dengan kebutuhan akademik dan hiburan, penggunaan internet tidak boleh lebih dari 11 jam per hari.

    ”Lebih dari itu ada risiko kecanduan. Ini bisa jadi pegangan bagi orangtua dan guru. Di masa pembelajaran jarak jauh, guru harus bisa mengatur pembelajaran daring dan juga penugasan yang menggunakan daring dengan terkontrol dan sehat sesuai jumlah waktu maksimal paparan tiap hari,” kata Siste.

  • 10 Tips Mengajar Siswa SMP yang Baik dan Efektif

    10 Tips Mengajar Siswa SMP yang Baik dan Efektif

    Dilansir dari prestasiglobal.id–Siswa usia SMP merupakan masa peralihan dari kondisi anak-anak menjadi usia jelang remaja dengan perubahan kondisi emosi dan sikap lainnya. Cara mengajar yang baik  dan sedikit kreatif diperlukan untuk membantu anak-anak bisa maksimal dalam belajar, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Apakah Anda memiliki anak usia SMP yang sedikit sulit atau punya masalah dalam belajar? Ada baiknya Anda coba mempraktikkan cara mengajar terbaik dan lebih kreatif untuk menjawab kebutuhan siswa. Ingat, siswa SMP saat ini berada di era digital, tentu saja memiliki pola sikap dan pembelajaran yang harus disesuaikan. Kami akan memberi sedikit tips bagi Anda tentang bagaimana cara mengajar siswa usia SMP sehingga proses belajar mengajarnya bisa lebih efektif dan maksimal. Berikut di antaranya:

    1. Menjalin Kedekatan Emosi dengan Siswa

    Salah satu trik penting mengajar siswa adalah bagaimana Anda memiliki kedekatan emosional yang baik dengan para siswa tersebut. Perhatikan bagaimana anak-anak mengatakan suka pada guru mereka. Hal yang akan mereka katakan pada umumnya adalah ‘gurunya baik, perhatian, akrab dan enak diajak interaksi.’ Anda mungkin memiliki kemampuan mengajar yang baik, penguasaan materi yang handal, tetapi jika Anda tidak mampu menyentuh hati siswa atau anak-anak SMP, maka mereka hanya akan menjadi robot Anda di dalam kelas. Bagaimana cara membangun kedekatan tersebut? Di antaranya:

    • Sering ngobrol
    • Beri perhatian
    • Bantu jika ada hal yang mungkin bisa Anda bantu
    • Jangan cepat marah, sering tersenyum dan tegas

    2. Penguasaan Pembelajaran

    Setelah Anda memiliki kedekatan emosi yang baik pada siswa-siswi, maka selanjutnya yang juga sangat penting adalah bagaimana profesionalisme Anda dalam mendidik dan mengajar. Baik guru maupun orang tua penting memahami hal ini. Apa saja hal yang perlu Anda kuasai dalam hal ini:

    • Menguasai materi dengan baik.
    • Bisa menyampaikan materi dengan cara yang disukai.
    • Memiliki pemahaman wawasan keilmuan yang lebih luas pada materi yang disampaikan.
    • Menguasai kelas dengan baik.

    3. Memanfaatkan Sarana Teknologi

    Anak usia SMP adalah generasi Z yang memiliki ketertarikan dan interaksi yang kuat dengan dunia teknologi. Berbicara secara konvensional, menggunakan perangkat belajar papan tulis biasa, buku manual merupakan hal-hal yang membosankan dan kurang menarik. Solusinya memanfaatkan sistem pembelajaran dengan menggunakan perangkat digital yang sesuai dan dikuasai oleh anak-anak.

    Orang tua harus paham tentang hal ini. Anda perlu mendukung penguasaan teknologi yang baik bagi anak untuk membantu proses belajar mengajar di sekolah. Sistem pembelajaran daring misalnya, menuntut anak usia SMP bisa lebih matang dalam memanfaatkan teknologi. Memandu anak-anak lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi, bukan sekadar tujuan hiburan semata tetapi juga bagian dari fasilitas pembelajaran yang efektif dan bermanfaat. Tips mengajar ini penting Anda perhatikan sebab dunia teknologi selain membuat siswa lebih tertarik juga akan lebih membantu orang tua maupun guru dalam menyampaikan materi secara lebih mudah, efektif, dan menarik.

    4. Akhlak dan Contoh yang Baik

    Menjadi pengajar atau pendidik pada hakikatnya adalah bagaimana seseorang menjadi contoh kepada pihak yang diajar atau dididik. Anak-anak dalam usia SMP masih membutuhkan figur contoh yang baik dalam berbagai hal. Akhlak perilaku yang baik adalah tauladan tak terucap yang akan dilihat oleh anak. Adanya akhlak dan contoh yang baik akan terkesan di hati anak hingga mereka tua. Anak akan ingat akhlak gurunya yang baik, dan itu akan menjadi inspirasi jangka panjang bagi kehidupan mereka. Sebaliknya jika gagal dalam memberikan contoh yang baik, maka kesan buruk pun akan dikenang anak hingga mereka dewasa. Jangankan untuk terinspirasi, mendengarkan nasihat saja anak-anak sudah malas karena merasa orang dewasa tersebut tidak sama antara yang diucapkan dan dilakukan.

    5. Prestasi dan Motivasi

    Bila Anda mengajar atau memiliki anak usia SMP, cobalah tampil sebagai pengajar atau pendidik inovatif yang memberi inspirasi bagi anak. Bagaimana caranya? Jadilah pendidik yang memotivasi anak-anak. Guru maupun orang tua harus menjadi pribadi yang memotivasi agar anak tumbuh dengan rasa percaya diri.

    Motivasi akan mendorong lahirnya prestasi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh anak. Lihatlah apa yang menjadi bakat dan kemampuan dominan dari anak, lalu motivasilah sehingga bisa melahirkan prestasi. Bantu, beri jalan agar anak bisa lebih fokus dengan suatu hal positif yang disukai dan dikuasainya. Sebagai pendidik tidak hanya perlu memberikan motivasi saja, bila mungkin Anda juga bisa menjadi contoh dalam hal prestasi. Cara ini akan semakin membuat anak terinspirasi. Anak akan terkenang secara mendalam, semangat mereka untuk tumbuh dengan prestasi gemilang akan semakin tinggi. Memotivasi untuk berprestasi sekaligus memberikan contoh terhadap prestasi tersebut jika kebetulan memiliki bakat atau kemampuan yang serupa. Sebagai pendidik pun dituntut memiliki banyak prestasi agar anak-anak melihat bahwa Anda memang pantas untuk dijadikan sebagai contoh.

    6. Kegiatan Luar Ruangan

    Belajar yang menyenangkan adalah aktivitas di berbagai tempat yang tidak membosankan. Belajar di dalam ruangan saja pada satu kondisi tertentu akan membuat anak-anak bosan. Apalagi anak usia SMP yang membutuhkan banyak eksplorasi berbagai kegiatan untuk menumbuhkan rasa percaya diri mereka tumbuh. Cobalah memadukan pembelajaran kelas dengan luar ruangan yang menyenangkan. Misalnya bagi Anda yang mengajarkan tentang bahasa Indonesia, cobalah sesekali mengajak siswa praktik berbahasa yang baik di lingkungan luar sekolah.

    Bisa mengajak anak melihat langsung di masyarakat bagaimana penguasaan orang terhadap bahasa Indonesia. Mengajar anak SMP tentu membutuhkan seni bagaimana agar mereka bisa mengikuti pembelajaran dengan baik, senang, dan interaktif. Maka, teknik belajar di luar ruangan bisa Anda cobakan untuk proses belajar yang lebih menarik dan inovatif.

    7. Bercerita Pengalaman

    Menciptakan interaksi dan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak usia SMP bisa Anda lakukan salah satunya dengan bercerita pengalaman. Masih ingatkah Anda dengan guru-guru Anda di sekolah dulu. Seringkali mereka bercerita tentang banyak hal yang lucu, menarik, penuh hikmah atau bahkan sedih. Melalui cerita tersampaikan pesan pembelajaran yang lebih mudah diterima anak-anak. Bercerita bukan berarti Anda melupakan pendidikan formal yang harus disampaikan, tetapi melalui cerita justru bisa disampaikan pelajaran kehidupan yang akan dikenang oleh anak-anak hingga mereka dewasa.

    Sampaikanlah cerita yang bersifat inspiratif, memicu dan memotivasi anak-anak untuk bisa lebih giat meraih apa yang mereka inginkan dan cita-citakan. Bercerita juga bisa membuat suasana kelas menjadi lebih terkontrol, anak-anak pun akan lebih terbuka mau bercerita dengan Anda. Jadilah orang yang siap mendengarkan cerita dan bisa menyampaikan cerita hikmah yang memotivasi. Cara ini adalah cara mengajar sederhana tetapi akan sangat terkesan dan diingat oleh anak-anak hingga mereka mencapai usia dewasa.

    8. Belajar Metode Hibur

    Cara belajar menyenangkan bagi anak usia SMP salah satunya adalah dengan metode hibur. Cara belajar menghibur ini cukup menyenangkan dan menjadi hal menarik bagi anak-anak untuk belajar lebih intensif. Sebagai contoh misalnya saat belajar tentang mengapresiasi sebuah karya sastra dalam pelajaran Bahasa Indonesia, anak-anak bisa diminta untuk membaca novel-novel best seller yang sifatnya menghibur. Ajak anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan sehingga mereka tidak bosan. Membangun interaksi belajar yang bersahabat, tidak memaksa tetapi lebih bersifat ke motivasi.

    9. Kuis dan Apresiasi

    Selanjutnya adalah dengan memberikan apresiasi. Belajar menyenangkan bagi anak usia SMP ternyata tetap membutuhkan apresiasi yang bisa membuat anak-anak senang. Apresiasi bukan sekadar pujian, tapi juga bisa berupa reward yang menumbuhkan semangat dan rasa bangga. Buatlah kuis yang menyenangkan, dan setiap kuis bisa dikombinasikan dengan reward-reward sederhana yang membuat siswa lebih semangat. Usia SMP masih sedikit memiliki jiwa kanak sehingga pujian, apresiasi dari apa yang dilakukan masih sangat dibutuhkan untuk menimbulkan motivasi. Reward sederhana seperti benda-benda kecil, buku atau yang lainnya bisa Anda berikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan prestasi atau capaian belajar pada siswa.

    10. Menasihati dengan Cara yang Tepat

    Menasihati adalah bagian dari tanggung jawab orang yang mendidik, apakah ia guru, orang tua atau yang lainnya. Di sekolah pun siswa SMP tetap harus diberi nasihat agar mereka tumbuh menjadi kepribadian yang lebih baik. Namun, bagaimana caranya? Seringkali para pendidik hanya fokus memberikan nasihat pada saat anak-anak melakukan kesalahan. Padahal waktu yang tepat untuk memberi nasihat adalah ketika orang dalam keadaan tidak melakukan kesalahan. Terlebih untuk anak usia SMP yang cenderung lebih ingin didengarkan perasaan dan keinginannya. Bagaimana cara menasihati anak usia SMP yang lebih efektif?

    • Menasihati tidak pada saat anak-anak melakukan kesalahan.
    • Menasihati tidak di depan teman-temannya sehingga menyebabkan anak merasa malu dan minder.
    • Sering-seringlah menjalin komunikasi dengan beberapa anak yang cenderung sering melakukan kesalahan berulang.
    • Nasihat dilakukan dengan ikhlas, bukan emosi.
    • Tidak melakukan bully di depan teman-temannya, bahasa yang tegas dan tetap mendidik.
    • Buatlah sebuah cerita yang disampaikan di kelas untuk menasihati anak-anak yang mungkin sering melakukan kesalahan.
    • Ajak ngobrol, makan atau undang secara spesial anak-anak yang sering melakukan hal-hal kurang baik di dalam kelas, atau anak yang sering melakukan kesalahan.

    Akhlak anak usia SMP juga menjadi tolak ukur keberhasilan dalam mendidik, jadi bukan semata-mata hasil angka akademik yang tinggi. Bagi Anda yang ingin mencari sekolah tingkat SMP dengan model pendidikan terbaik dan berimbas pada peningkatan kualitas akademik dan akhlak siswa, Sekolah Prestasi Global adalah pilihan terbaik untuk Anda. Sistem belajar mengajar yang menyenangkan, membantu peningkatan akhlak dan prestasi akademik secara seimbang.

    Bagi Anda orang tua yang khawatir dengan perkembangan dan pergaulan anak-anak remaja usia SMP, pilihan sekolah dengan model belajar seperti yang kami tawarkan adalah pilihan terbaik yang menjawab kebutuhan anak-anak saat ini. Anda bisa tetap bekerja dengan tenang, anak-anak mendapatkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman saat ini. Banyak lulusan sekolah atau kampus yang jago secara akademi tetapi kurang diimbangi dengan akhlak yang baik. Kebutuhan dunia kerja saat ini bukan hanya skill dan akademik, tetapi juga bagaimana seseorang memiliki akhlak dan kepribadian yang baik sehingga bisa amanah dalam bekerja. Cara mengajar yang baik menjadi keunggulan Sekolah Prestasi Global. Kami siap membantu Indonesia menghasilkan lulusan-lulusan sekolah yang memiliki kompetensi secara akhlak dan akademik. Bergabunglah bersama kami.

  • Latihan Musikalisasi Puisi Siswa SMP IT Baitul Izzah

    Latihan Musikalisasi Puisi Siswa SMP IT Baitul Izzah

    Dengan diadakannya lomba Musikalisasi Puisi yang diadakan oleh MAN Insan Cendikia Bengkulu Tengah, InsyaAllah SMP IT Baitul Izzah akan ikut berpartisipasi dalam lomba tersebut.

  • VISI DAN MISI

    VISI DAN MISI

    “SMP IT Baitul Izzah Berkarakter Qur’ani, Unggul Dalam Prestasi, Menguasai Iptek dan Berwawasan Lingkungan”

    1. Menumbuhkan penghayatan terhadap kandungan isi Al-Quran dan Sunnah sehingga menjadikan nilai-nilai islam sebagai landasan dalam setiap aktivitas
    2. Menjadikan SMP IT Baitul Izzah sebagai sekolah yang unggul dalam prestasi akademik dan non-akademik
    3. meningkatkan kualitas dan pelayanan kegiatan dalam proses belajar mengajar dan pelayanan proses pembinaan ekstrakulikuler sehingga menjadi modal dasar untuk mencapai keunggulan prestasi akademik dan non akademik
    4. meningkatkan kualitas pendidikan dengan berfokus kepada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemamuan teknologi peserta didik
    5. mewujudkan lingkungaan sekolah yang bersih, rapi nyaman dan indah
    6. menciptakan lulusan yang memiliki kriteria DAI-TAHTA-KU